Pertanyaan : Pada saat dilakukan pemeriksaan di laboratorium, urin seorang pasien ternyata
ketika diuji dengan menggunakan indikator Benedict ternyata menunjukkan reaksi
warna menjadi merah bata, dan ketika diuji dengan indikator biuret menunjukkan
reaksi warna ungu. Berdasarkan hal tersebut analisislah penyakit yang dialami oleh
pasien dan bagian ginjal manakah yang mengalami gangguan?
Pernahkah kamu melihat timbunan sampah dan asap yang keluar dari
cerobong di pabrik-pabrik atau dari knalpot kendaraan bermotor? Dari manakah
asalnya barang-barang atau zat-zat sisa tersebut? Benar, barang atau zat sisa
tersebut berasal dari berbagai kegiatan, baik kegiatan rumah tangga, produksi
di pabrik atau mesin untuk menghasilkan tenaga agar kendaraan bermotor dapat
bergerak. Lalu bagaimana dengan tubuhmu sendiri, setelah beraktivitas seharian
apakah kamu menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan? Tentu saja ada, dan zat
tersebut harus dikeluarkan karena akan berbahaya jika terus disimpan di dalam tubuh.
Bersyukurlah kepada Tuhan yang telah menciptakan tubuhmu dengan sempurna,
sehingga bahan-bahan yang tidak diperlukan bagi tubuh dapat dikeluarkan melalui
sistem ekskresi. Zat sisa dari tubuhmu akan dikeluarkan dalam bentuk urin, keringat,
dan gas karbondioksida. Video Pernapasan manusia
Video Sistem Pernapasan Manusia
1. Namun apa yang terjadi jika salah satu organ ekskresimu
mengalami gangguan?
Bagaimana pengeluaran urin dari kandung kemih? Jelaskan mekanisme yang terjadi di dalam kandung kemih kita, sehingga kita ingin membuang urin, atau tidak ingin mengeluarkan urin!
Miksi adalah proses pengeluaran urine. Urine dari ureter secara konstan masuk ke dalam kandung kemih. Ketika terdapat 200 sampai 300 ml urine di dalam kandung kemih, keinginan untuk mengeluarkan urine timbul akibat stimulasi saraf sensori karena tegangan dalam kandung kemih meningkat. Karena jumlah dan frekuensi impuls saraf meningkat, impuls motorik menyimbulkan suatu kontraksi refleks karidung kemih dan relaksasi sfingter internal.Sfingter eksternal dikontrol oleh saraf pudendal. Ketika anak telah belajar menghambat refleks spinal, miksi dapat ditunda selama waktu tertentu atau dapat diinduksi secara volunter.
Apabila individu mengidap suatu penyakit, miksi dapat dipengaruhi dengan berbagai cara. Sfingter dapat mengalami kelumpuhan pada saat sedang kontraksi (paralisis spastik), sehingga tidak dapat rileks. Hal ini akan menyebabkan retensi urine dan kandung kemih akan sangat penuh. Apabila tidak diatasi dengan kateter, distensi akan berlanjut dan akan menekan orifisium yang dijaga sfingter, membuat sedikit urine menetes secara kontinu, sedangkan kandung tetap penuh. Hal ini disebut retensi akibat aliran berlebih. Hal ini buruk untuk kandung kemih dan ginjal, menyebabkan tonus kandung kemih hilang dan mengganggu suplai darah ke dinding kandung kemih yang meregang dan menimbulkan tekanan balik pada ginjal. Hal ini tidak boleh dibiarkan.
Sfingter dapat mengalami paralisis saat relaksasi. Pada kondisi ini urine akan menetes secara konstan dari kandung kemih yang kosong, di mana kandung kemih tidak dapat menahannya. Hal ini jarang terjadi.
Pada kasus penyakit saraf lain dan pada anestesia, kontrol otak terhadap miksi dapat hilang, sehingga kerja kontrol sekali lagi terjadi secara refleks, seperti pada hewan tingkat rendah. Kandung kemih terisi dan mengosongkan diri secara refleks, tanpa individu merasakan sensasi penuh atau tanpa mampu mengontrol relaksasi sfingter.
Nama Anggota Kelompok: 1. Aira Fatikha Ardhani/03 2. Aulia Sari Widowati/06 3. Safa Aura Faradisa/24
ayo kita diskusikan!!
Analisislah organ tubuh apakah yang akan mengatur pengeluaran zat sisa di dalam tubuh. Carilah informasi dari berbagai sumber yang kamu dapat, susunlah dalam sebuah peta pikiran yang mencakup struktur dan fungsi dalam sistem ekskresi.
PENDAHULUAN tubuh memiliki sistem ekskresi untuk mengatur kondisinya dan sistem ini berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa dalam tubuh. sistem ini melibatkan organ ekskresi berupa Paru-paru, hati, kulit, dan ginjal.
organ tubuh yang mengatur pengeluaran zat sisa antara lain:Paru-paru, hati, kulit, dan ginjal.